Posted by : Jaya Karta Jumat, 27 Mei 2011

Bangso Batak  adalah sebuah bangsa yang sangat spesial dengan sebutan Bangso yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah BANGSA. Bangso batak adalah sebuah suku yang sangat besar, keturunannya sudah menyebar kemana-mana. Selain itu juga telah banyak orang batak yang sudah berhasil dengan berbagai profesi.
keberhasilan maupun kekayaan yang kita miliki tidak berarti apabila kita lupa akan latar belakang kita. Budaya adalah salah satunya yang tidak bisa terlepas dari kehidupan kita.Karena dari budayalah kita dapat bersosialisasi dengan orang lain. Sehingga pengetahuan akan budaya sangat penting bagi generasi saat ini. Kenapa..?, takutnya generasi Batak kedepannya telah kehilangan jati dirinya sebagai orang Batak.
Dalam tulisan kali ini, saya ingin membagikan sedikit informasi atau pengetahuan tenatang budaya orang Batak. Berikut ini adalah benda-benda peninggalan nenek moyang kita orang Batak, dimana saat ini sudah banyak orang Batak yang melupakan benda ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita kenali satu persatu...!!!

1. Lak-lak Batak

Lak-lak Batak adalah sebuah buku tua yang isinya menggambarkan keadaan orang Batak jaman dahulu kala. Buku ini di tulis dalam Aksara Batak. Keberadaan buku ini saat ini ada di museum Belanda. Adapaun isi dari buku ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Tentang Peraturan Adat Batak
  • Sejarah Asal-usul Batak
  • Ilmu Pengobatan
  • Ilmu Mantra
  • ilmu Beladiri
  • dll
 2. Tungkot Malehat

Tongkat ini ada dua macam: contoh yang lebih besar (tunggal panaluan) diukir dari satu potong kayu dan tongkat kombinasi yang lebih kecil (tungkot malehat) dengan secara terpisah membuat finials. Bilangan kuningan yang dilihat di sini ialah semula finial tungkot malehat.

Lambang ini melambangkan subyek yang kemungkinan di trans.
Ini, bersama dengan bejana silindris bertahan di samping figur tersebut, yang mungkin melambangkan wadah untuk bahan gaip, kegaiban ini menggambarkan datu selama kinerja ritual. Bagian dalam berongga bilangan dipenuhi dengan resinous bahan, kelihatan lewat lubang di hiasan kepala dan dada. Ini adalah bahan gaib, yang meningkatkan kekuasaan kegaiban.

3.  Sigale-gale

Sigale-gale adalah nama sebuah boneka kayu yang bisa digerakkan untuk menari. Boneka ini lazim ditemui di Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara. Bentuknya unik dengan pakaian tradisional batak melekat di badannya.

Konon, si Gale-gale ini adalah anak bangsawan atau katakanlah Raja di Pulau Samosir. Namun kemudian meninggal dan orang tuanya tak rela dengan kepergian anaknya tersebut. Maka untuk menghibur diri, mereka membuat replika anaknya tersebut. Boneka kayu itu dibuat dengan sedemikian rupa sehingga bisa digerakkan dari belakang oleh seseorang. Gerakan itu terjadi karena bagian lengan dan kepala dihubungkan dengan tali tersembunyi. Konon pada masa dulu kala jumlah tali yang menggerakkan si Gale-gale itu sama dengan jumlah urat yang ada di tangan manusia.

4.  Pustaha Mantra

Pustaha ini berisi naskah Pustaha Mantra dan Racikan obat, ditoreh dengan huruf Batak Kuno, pada permukaan Tulang, di dalamnya tercatat mantra-matra dalam aksara batak untuk ilmu pengobatan dan mantra hadatuon (dukun).





5. Pustaha Batak

Pustaha Batak ini terbuat dari banbu. Pustaha bambu ini merupakan sebuah saksi bisu yang menggambarkan kebudayaan batak yang tinggi, di toreh pada kulit kayu yang sudah berumur ratusan tahun ini tidak lekang dimakan oleh waktu. Berisi tulisan dengan aksara batak tentang peraturan Adat Istiadat Batak. Akhir-akhir ini pustaha ini berada di Koleksi Museum Perpustakaan Nasional Jakarta.

6.  Perminaken

Sering sekali terjadi, dimana bejana keramik impor yang tertutup atau disumbat dengan kayu yang berukiran di daerah setempat, wadah seperti itu terutama dipergunakan untuk bertanam pukpuk, bahan gaib yang sangat kuat biasanya mendapat dari seorang korban pengasih yang dibunuh secara ritual. Pukpuk dipergunakan untuk memeriahkan benda keramat, seperti tongkat ritual atau bilangan manusia, lewat dipakai ke yang permukaan atau dimasukkan ke dalam lubang di benda yang nanti dipropagandakan untuk menyegel kekuasaan dalam.

Sumbat wadah ini menggambarkan seorang penunggang yang menunggangi seekor binatang gaib dikenal sebagai singa. Sering menggabungkan roman kuda, ular, kerbau, predator bangsa kucing besar, dan binatang lain, singa adalah makhluk kombinasi yang luar biasa yang menjabat sebagai pelindung gaib dan dihubungkan dengan kaum ningrat.

7. Tongkat Tunggal Panaluan

Tongkat Tunggal Panaluan ini adalah tongkat sakti siraja batak yang diukir dari kejadian yang sebenarnya, yang merupakan kesatuan kesaktian benua atas, benua tengah dan benua bawah. Dipegang oleh Ketua adat dan dipergunakan pada saat adanya acara besar, seperti mambukka Huta, acara Horja bius dll.

8. Ukiran Kayu

Ukiran yang bertunas bentuk geometris yang ditaburkan merupakan lambang yang dipakai kepala atau bilangan makhluk sejati atau luar biasa, yang diukir di putaran.
Walaupun akhirnya rumah dihiasi dengan tampilan singa (makhluk kombinasi yang menggambarkan wali gaib), pihak rumah sering diberi tanda jasa dengan kepala kuda, yang juga menjabat sebagai pelindung gaib.
Dalam keyakinan orang Batak Toba, nenek moyang yakin bahwa kuda dikira mempunyai kemampuan untuk memajukan individu.
Di atas tanah, mereka menjabat sebagai tanda kebesaran, sehingga hanya anggota kaya elite bisa memiliki mereka.

9. Naga Marsorang

Bagian terbesar Batak Toba seni religius yang dipusatkan pada ciptaan dan dandanan perlengkapan bekas oleh datu di konteks ritual seperti divination (medium), menghancurkan upacara, atau sihir jahat. Datu menggunakan jenis wadah yang terbuat dari bahan berbeda untuk memuat bahan yang luar biasa sangat kuat yang dipakai di ritual dan konteks seremonial lain.
Macam wadah yang dilihat di sini, dikenal sebagai naga morsarang, diciptakan dari terompet berongga seekor kerbau. Ujung terompet digoreskan di bentuk bilangan manusia yang didudukkan.Yang lebih lebar, membuka akhir tersumbat dengan sumbat kayu bahwa itu menggambarkan singa (makhluk luar biasa yang menjabat sebagai seorang pelindung gaib) dengan empat bilangan manusia berkuda di punggungnya. Tamsilan manusiawi ini mungkin melambangkan rangkaian ritual yang mendahului datu, yang memiliki wadah atau bilangan dari tradisi lisan yang lokal.

10. Guri-guri

Guri-guri yang telah berumur ratusan tahun ini dahulunya diguakan sebagai tempat penyimpanan obat oleh suku batak.



Dan masih banyak benda-benda peninggalan sejarah orang batak yang tidak bisa saya himpun. Jika saudara sekalian mengtahui benda-benda batak yang kainnya, mari kita saling berbagi agar budaya batak itu tidak hilang dari jaman yang sudah modern ini.

Sumber: Computer News

[http://www.a-little-notejaya.co.cc/]

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. mauliate ma ate atas info/ilmu na nilehon ni Lae (terima kasih atas info/ilmu yang telah Lae Berikan)
    Bermanfaat Bangat.........!!!!!

    BalasHapus

Welcome to My Blog

Popular Post

Sobatku

Blogger templates

- Copyright © Karta Jaya Center -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -